Negeri Van Oranje
2015
Produksi : Falcon Pictures
Sutradara : Endri Pelita
Penulis Skenario : Titien Wattimena
Aktor : Abimana Aryasatya, Tatjana Saphira, Arifin Putra, Ge Pamungkas, Chicco Jerikho

Jika ada yang bertanya tentang film yang paling saya tunggu di akhir tahun ini, dengan tegas saya menjawab : Negeri Van Oranje. Film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama ini telah memikat saya sejak mengetahui nama aktor dan aktris yang memerankan film ini. Pilihan aktor yang tepat dengan karakter di novel! Tak hanya itu, saya sungguh penasaran dengan gambaran kota-kota yang ada di negeri Belanda.

Ketertarikan saya terhadap film ini semakin menjadi-jadi saat melihat trailer Negeri Van Oranje. Terlihat dengan jelas bahwa film ini akan seru dan penuh warna. Sungguh, saya harus menonton film ini!

Film yang diproduksi oleh Falcon Pictures dan disutradarai Endri Pelita ini menceritakan kisah persahabatan lima mahasiswa Indonesia di negeri Belanda. Kelimanya sepakat untuk menamakan diri mereka AAGABAN (Aliansi Amersforth GAra-gara BAdai di Netherlands). Anggota Aagaban terdiri dari Lintang yang berkuliah di Leiden, Wicak di Wageningen, Daus di Utrecht, Geri di Den Haag dan Banjar di Rotterdam. Persahabatan yang dibumbui percintaan dan rahasia ini, ditutup dengan terungkapnya rahasia Geri dan pernikahan Lintang dengan salah seorang anggota Aagaban.

Sebagai seorang penonton yang sebelumnya telah membaca novel Negeri Van Oranje, saya menilai bahwa film ini cukup mewakili isi novel. Kelucuan, romantisme dan kuatnya persahabatan mereka tergambarkan dengan jelas. Meski tentu saja ada penambahan dan pengurangan skenario dalam film, hal tersebut tidak mengurangi cerita inti. Seperti misalnya penambahan adegan perkelahian dengan pencopet dan pengurangan cerita mengenai kesibukan Lintang di PPI Belanda.

Bagaimana film ini menurut saya?

Bagus dan keren, namun kurang greget. Barangkali karena ekspektasi saya yang berlebihan, sehingga pada saat menonton film ini, saya merasa biasa saja. Saya sulit mendeskripsikan kurang greget-nya di bagian mana. Untuk itu saya hanya bisa menyampaikan bahwa ekspektasi saya pada film ini terlalu berlebihan.

Menurut Raja Lubis yang juga merupakan movie blogger, ia kurang greget dengan akting dari Tatjana Saphira yang menurutnya tidak bisa mengimbangi akting dari Ge Pamungkas, Abimana, Arifin Putra dan Chicco. Selain itu, porsi pengenalan karakter dalam film ini terlalu lama. Namun saya tidak melihat hal tersebut. Barangkali karena saya bukanlah seorang kritikus film. Film bagi saya adalah untuk hiburan dan kalaupun saya harus mengkritik, hanya sebatas bungkusan luarnya.

Pengambilan gambar kota-kota di Belanda dalam film ini sukses membuat saya terpana. Saya seperti diajak mengembara di setiap sudut negeri Belanda, dari mulai dari Den Haag, Leiden, Utrecht, Rotterdam dan Wageningen. Musik dalam film ini juga pas menurut saya, ada sentuhan organ dan edm yang mencirikan kolaborasi unik antara klasik dengan modernitas.

Secara keseluruhan, saya menilai bahwa film ini bagus. Saya juga tidak akan menolak untuk menonton film ini kembali, sebab saya ingin dimanjakan kembali dengan keindahan suasana kota-kota di negeri Belanda :).

Ucapan terimakasih saya haturkan kepada IM3 Ooredoo yang telah mengajak saya dan anggota Blogger Bandung untuk menyaksikan film Negeri Van Oranje. Saya sangat terhibur dan akan dengan segera menyebarkan virus pada kawan-kawan untuk menonton film ini. Sebab film Indonesia harus didukung, caranya adalah dengan menonton di bioskop.

Ada yang sudah nonton Negeri Van Oranje juga? Bagaimana menurut kalian?

~zahra rabbiradlia~

You might also enjoy:

0 Comments

  1. Sama sihh, karena aku juga baca bukunya. Beberapa ada yg sreg, terutama Tatjana-nya. Lempeng amat ya sist –" cantik sih emang, tapi yaaa gitu deh terlalu jaim kalo menurutku

  2. Rating Mbak Zahra berapa untuk film ini? Hari ini saya dua kali baca review Negeri van Oranje dan dua kali juga pengen nonton plus pengen ke Belanda. HAHAHA

    Semoga kesampaian nonton dan bisa ke Belanda. 😀

  3. Nunggu muncul di TV saja….intinya kisah ranah seberang biasanya menarik. Hanya ya…kadang ada yg sengaja didramatisir…spt kata turiscantik. Bahkan untuk kisah nyata…tapi namanya juga novel ya

  4. buatku malah Tatjana ini jadi nilai minus di film ini teh, soalnya aktingnya bener-bener garing, padahal yang lain udah lumayan ya ^_~ di film ini favoriteku malah Abimana padahal yang lain pada suka Chico ya hihiii btw nice to meet u teh 🙂 semoga lain kali bisa ketemu lagi ya

  5. Aku udah nonton nihhh tapi karena ngga baca bukunya, jadi ngga ekspek apapun sama sekali. Jadi pengen baca bukunya! Cerita cintanya kurang greget, tapi latar tempatnya bikin pengen!

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *