Di awal kehamilan, aku memiliki target untuk menghafal sekian juz dan tambahan surat pilihan. Kini usia kehamilanku telah mencapai 30 minggu. Sudah sampai mana hafalanku?

Dalam pembicaraan via telepon, suamiku selalu mengatakan ini di akhir percakapan kami, “Jadi, udah nambah hafalan berapa juz?”. Aku hanya bisa meringis miris dan melempar umpan balik, “Kalau ayang udah nambah berapa emang?”. Sebuah jawaban yang tak semestinya, tipikal orang yang tak siap ditanya progres hidup.

Iya, sudah nambah berapa? Malu sekali menjawabnya. Berkeinginan keras untuk memiliki anak pecinta dan penghafal Qur’an, tapi diri ini masih jauh dari kedekatan dengan Qur’an. Untuk itulah aku melakukan rupa-rupa upaya pencetus untuk menumbuhkan dan mewujudkan keinginan tersebut, salah satunya dengan mendengarkan dan menghadiri kajian mengenai cinta Qur’an dan cara menghafal Qur’an.

Hal yang menjadi catatan penting bagi diri adalah Allah sampai menyebutkan 4 kali dalam Al-Qur’an bahwa Allah telah memudahkan setiap jiwa untuk menghafal Qur’an. Hal ini benar adanya, saat kondisi hati dekat dengan-Nya, ayat Al-Qur’an begitu cepat melekat dalam ingatan dan jiwa. Namun jika diri ini sedang lalai dalam ibadah atau melakukan keburukan, begitu sulit rasanya dalam menghafal Al-Qur’an. Bilapun cepat ingat, dengan segera ingatan itu terlupakan.

30 minggu. Masya Allah, sebentar lagi anakku akan lahir ke dunia. Hai diriku, yuk semangat untuk menghafal target yang telah dicanangkan. Bismillah. Insya Allah, Dia akan memampukanmu.

You might also enjoy:

0 Comments

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *