Entah siapa yang memulai, kampanye Palm Oil Free semakin menggema saja dewasa ini. Berita ini dikabarkan oleh praktisi kesehatan hingga influencer. Saya, termasuk pihak yang tercemar kampanye negatif ini.

 
Saat hamil, sebisa mungkin saya menghindari minyak sawit. Anggapan saya, minyak tersebut hanya untuk menggoreng dan berbahaya karena mengandung lemak jenuh tinggi. Tak hanya itu, isu deforestasi menjadikan keberpihakan saya terhadap minyak sawit nihil adanya. Namun kemudian saya bertanya, apakah minyak kelapa sawit seburuk itu? Mengapa saya merasa tertolak pada produk Tuhan yang saya yakin pasti baik? 

 

Sebab buah dikenal pohonnya. Agaknya kita harus semakin kritis, mengapa sawit dikabarkan begitu jauh dari kata sehat dewasa ini. Pasti ada asal musababnya.
 
Seperti yang dilansir oleh BPDP1, stigma negatif sawit muncul dari kebijakan RED IIyang dikeluarkan oleh Uni Eropa. Kebijakan yang disertai dengan Delegated Act ini, menetapkan kelapa sawit sebagai tanaman minyak nabati berisiko tinggi terhadap kerusakan lahan. RED II menyebabkan penolakan minyak kelapa sawit (CPO) sebagai bahan bakar kendaraan bermotor di Eropa.
 
Mengapa sampai hati UE memusuhi sawit? Apakah ini murni karena isu deforestasi atau merupakan bagian dari strategi pemasaran minyak nabati yang dihasilkan UE?

Indonesia tentu saja tidak tinggal diam terhadap putusan diskriminasi ini. Bersama dengan negara lain yang tergabung dalam CPOPC3, Indonesia akan menyerukan penolakan RED II kepada WTO.

Selain isu deforestasi, keamanan minyak sawit pun menjadi persoalan. Katanya minyak sawit ini merupakan sumber penyakit berbahaya. Sebegitu mengerikannya berita perihal minyak sawit ini, sehingga menafikan sejuta kebaikannya.

 

Label Palm Oil Free terkesan begitu rancu sebab kedudukannya seakan disetarakan dengan bahaya boraks dan formalin. Jika memang karena penggunaanya yang berlebihan, bukankah hal ini berlaku bagi semua komoditas pangan?
 
Kegundahan saya akibat sebaran kampanye negatif ini ditenangkan oleh cuitan BPOM RI yang mengatakan bahwa minyak kelapa sawit aman dikonsumsi. Maka, maukah kita percaya pada auman pihak yang belum jelas pengetahuannya akan sawit? 
 
Sejatinya, minyak sawit memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Dalam satu sendok minyak kelapa sawit, terdapat 120 kalori, 13.6 gr lemak sehat, 2.17 mg vitamin E, 1.1 mcg vitamin K, 10% lemak tak jenuh ganda, 40% lemak tak jenuh tunggal dan 50% lemak jenuh.

Lihat, begitu banyak kebaikannya, bukan? Minyak sawit menjadi berbahaya jika bentuknya sudah menjadi jelantah. Canola oil pun tetap berbahaya bagi tubuh jika berbentuk jelantah. Selain itu, mengonsumsi bahan pangan apapun melebihi batas akan menjadi penyakit.
 
Dari segi lingkungan, sejatinya sawit membawa banyak kebaikan. Akarnya untuk biopori, batangnya untuk pulp dan gula merah, tandannya untuk bioplastik, minyaknya untuk bahan pangan dan biodiesel, limbahnya pun bisa untuk pembangkit listrik tenaga biomassa.
 
Minyak sawit adalah energi terbarukan yang paling siap diproduksi secara masif untuk bahan bakar. Biodiesel sawit adalah bahan bakar yang ramah lingkungan dan tidak memiliki efek buruk bagi kesehatan.
 

Dari sektor industri, setiap perusahaan sawit harus mematuhi prinsip dan kriteria ISPO4. Pemerintah sendiri sudah menandatangani moratorium pembukaan lahan sawit dengan Inpres Nomor 8/2018. Pemerintah berkomitmen meningkatan produktivitas sawit dengan lahan yang ada dan mengutuk keras cara-cara ilegal untuk membuka lahan baru seperti pembakaran hutan.

Oil Palm Research Institute mengatakan bahwa industri sawit adalah motor penggerak ekonomi kerakyatan Indonesia. Sebagai penyumbang devisa tertinggi, kelapa sawit merupakan industri strategis yang berperan penting dalam ekspor non migas, pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, pembangunan desa, serta berperan dalam pengembangan energi terbarukan dan pengurangan emisi dunia.

Beredarnya kampanye negatif sawit telah membuat harga sawit jatuh dan petani menangis. Kita perlu membantu pemerintah dengan menyebarkan kampanye #SawitBaik dan tidak mudah percaya hoaks yang beredar selama ini.
 

Ibarat pinang pulang ke tampuknya. Sawit sudah cocok ada di Indonesia, sudah pada tempatnya. Bisa dibilang, sawit adalah Indonesia, tonggak ekonomi Indonesia. Sebab sawit itu baik, yang tidak baik adalah mereka yang merusak lingkungan atas nama sawit.


***
 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Sawit Baik. Infografis dianggit oleh penulis dengan mengambil gambar dari Pixabay, instagram sawit baik dan laman BPDP. Sedang ikon diambil dari laman flaticon.com. Adapun sumber artikel yang ditulis diambil dari laman berita yang kredibel yaitu :

  1. http://bpdp.or.id
  2. http://instagram.com/sawitbaik.id
  3. http://gapki.id
  4. http://bisnis.tempo.co
***
 
Catatan :

Badan Pengelola Dana Perkebunan
2 Renewable Energy Directive 
3 Council of Palm Oil Producing Countries
4 Indonesia Sustainable Palm Oil


You might also enjoy:

0 Comments

  1. bener ya mbak…kita nggak bisa lepas dari produk minyak sawit.
    yang penting adalah gimana para perusahaan sawit dapat melakukan bisnisnya dengan memperhatikan lingkungan.

  2. Mudah – mudahan harga sawit gak jatuh lagi biar para petani sawit semangat dan senang yah. Thanks ilmu nya Zah, jadi nambah ilmu baru nih tentang manfaat sawit untuk Indonesia.

  3. Saya baru tahu dong kalau sawit nggak baik buat kehamilan hahaha, saya mah selama hamil ya pakai minyak sawit, hanya memang buat bayi, setelah setahun baru pakai minyak sawit.

    Saya bahkan nggak pernah tahu kalau sawit ada pro kontranya.
    Sawit jadi keliatan buruk karena pengusaha sawit yang nggak pantas jadi pengusaha hingga pakai cara2 buruk dan nggak bertanggung jawab ya 🙂

  4. Infografisnya bagus dan menunjang, bisa memaparkan hal-hal penting yang berkaitan denagn sawit. Saya tidak tahu banyak soal minyak canola, tapi Indonesai harus punya bahan alami yang bisa digunakan dengan baik tanpa bergantung pada pihak luar.
    Akan ada pihak luar yang sengaja mengusik agar kita tidak punya produksi sendiri, jangan sampai terjadi.

  5. Gara2 isu kemarin, harga Sawit memang jatuh dan akhirnya merugikan ya. Padahal ya minyak sawit itu oke. Yang gak oke itu jelantahnya. Makanha kalau goreng2, pakai minyak secukupnya biar gak jadi banyak jelantah

  6. wow, kita ternyata gak sadar ya kalau sehari semalam itu kita dekat dengan sawit, selama ini difikiran sih cuma tertanam minyak goreng yg banyak beredar itu ya minyak sawit, yg mana disebutkan banyak manfaatnya 🙂

  7. Kelapak sawit banyak banget manfaatnya ya Mba, emang sih beberapa yang kontra
    Penting banget memahami ya mba, yang jelas semoga yang baik-baik aja ya. Temanku bapaknya ada yang punya kelapa sawit dulu, kaya raya dia

  8. 24 jam tanpa sawit ya kita.. semua yang kita gunakan menggunakan bahan dasar sawit, jadi betapa kita semua tidak bisa hidup tanpa sawit, kebaikan sawit untuk kita semua..

  9. isu sawit lumayan menyita perhatian termasuk bagi kami di lingkungan kementerian luar negeri. Yang pasti sawit banyak manfaatnya tapi penanaman dan pengolahannya harus selalu mengindahkan banyak hal termasuk antara lain sustainability dan penghormatan hak – haka kaum ulayat yang kerap berbenturan dengan pemanfaatan lahan untuk perkebunan sawit

  10. Baca tulisan Neng Zahra saya jadi tercerahkan. Ternyata ada perang dagang di balik semua kampanye negatif tentang sawit ya. Kalau deforestation disebabkan sawit maka yang diserang ya pemberi kebijakannya bukan sawitnya.

  11. Baru ngeh ada pro kontra seperti ini Teh… Hehe.. yg aku bikin kesel mah sdh jd rahasia umum pbukaan lawan sawit banyak dgn membakar hutan krn jauh lbh murah dan mudah2 tapi kan itu oknum saja ya… Semoga nanti b diatasi deh persoalan ini..mengingat sawit jg banyak manfaat nya ya .

  12. Lengkap nih tulisan Zahra, mengungkap banyak fakta yang selama ini banyak diabaikan oleh para penyebar kempen negatif terhadap sawit. Padahal dalam sehari-hari kita selalu menggunakan produk olahan berbahan sawit ya.

  13. sebagus apapun si minyak, kalau sudah bekas alias jelantah saya enggak pakai mbak. Daripada kesehatan jadi taruhannya ya, amit-amit deh.

    Btw kukira infografisnya dari official, eh ternyata bikin sendiri ya mbak. Bagus dan to the point.

  14. hehehe aku baru tahu kalau hamil ga boleh minyak sawit sekarang justru aku lagi coba minyak kelapa sih mba, memang sawit lagi pro kontra yah semoga saja pemanfaatan lingkungannya juga diperhatikan

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *