Sebuah kehormatan bagi saya untuk menghadiri Online Gathering #LestarikanCantikmu yang diampu oleh Kabupaten Lestari, Madani Berkelanjutan dan Blogger Perempuan. Tulisan saya yang berjudul Jaga Bumi, Niscaya Lestari Cantikmu terpilih dalam 40 tulisan terbaik dalam lomba blog Lestarikan Cantikmu. Dalam online gathering ini, banyak sekali ilmu yang saya dapat.

Pertama, dari Danang Wisnu. Beliau mengatakan bahwa kulit itu adalah anugerah dari Tuhan dan kita wajib untuk merawatnya dengan baik. Salah satu cara terbaik untuk membuat kulit senantiasa sehat adalah dengan menggunakan skincare alami dan ramah lingkungan. Sebab apa artinya skincare bagus jika merusak lingkungan, yang notabene adalah tempat hidup bagi kita.

Kedua, Gita Syahrani dari Madani Berkelanjutan yang mengungkapkan definisi sustainable beauty sesungguhnya. Setidaknya ada tiga aspek produk yang natural, serta ramah lingkungan dan sosial, yaitu:

  1. Menjaga fungsi alam tanpa bencana
  2. Petani/pekebun/pekerja sejahtera
  3. Energi dan limbah produksi terjaga dan dikelola dengan baik

Ketiga, Christine Pan dari Segara Naturals yang mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi bumi yang kian penuh dengan sampah. Beliau akhirnya membuat formula yang akhirnya melahirkan Segara Naturals yang memiliki ragam jenis skincare yang ramah lingkungan.

Selain saya jadi lebih paham akan konsep sustainable beauty, pertanyaan besar saya terkait komoditas sawit pun terjawab. Seruan boikot minyak sawit di seantero bumi ini sesungguhnya membuat tanya bagi saya. Bilamana sawit benar-benar diboikot, bagaimana dengan pekerja yang menggantungkan hidupnya pada sawit. Juga bukankah sawit merupakan tanaman yang membutuhkan lahan dan akses air yang lebih sedikit? Jika minyak sawit diganti dengan minyak bunga matahari, jagung, kanola dan lainnya, bukankah tanaman-tanaman itu pada akhirnya bernasib sama dengan sawit (malah lebih buruk karena tanaman selain sawit membutuhkan air dan lahan lebih banyak)?

Respon terbaik adalah bukan dengan memboikot sawit, namun memilih produk yang mengandung unsur palm oil yang sudah tersertifikasi RSPO. Jawabannya bukan berhenti menggunakan minyak sawit, namun tata kelola sawit yang harus diperbaiki. Perlu ada klasifikasi sawit, yakni mana sawit yang akan dibudidaya dan mana yang dilestarikan sebagai cagar budaya.

Akhir kata, cantik itu bukan untuk dirimu sendiri, namun untuk lingkungan pula sebagai tempat kita hidup. Yuk pilih bahan skincare dan kosmetik yang ramah lingkungan!

You might also enjoy:

1 Comment

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *