Sungguh, sudah lama sekali saya tidak menyapa blog ini. Apa kabar?

Ada banyak sekali hal yang membuat saya seperti enggan menulis di sini, juga meninggalkan jejak di rumah narablog lain seperti yang biasanya rutin saya lakukan. Kalian bisa lihat sendiri. Blog ini mulai bersarang dan tidak dikelola sebagaimana mestinya. Unggahan ihwal menulis ikhtisar tiap bulan saja, pada akhirnya benar-benar tidak terlaksana. Sekarang sudah Oktober 2021 dan saya hanya berhasil menulis sampai bulan Februari. Selebihnya… Ya, begitulah.

Tak hanya itu. Saya pun sudah lama tidak mengikuti kompetisi blog yang selama ini menjadi sumber aktualisasi diri dan penyokong dompet sendiri. Saya seperti ingin beristirahat dulu. Puasa. Dari hiruk pikuk aktivitas yang selama ini mengukuhkan gelar saya sebagai seorang narablog.

Tapi, mengapa saya benar-benar ingin puasa?

Saya lelah. Itu barangkali jawaban yang tepat. Lelah dari semua agenda menulis yang dipenuhi dengan campur tangan pihak ketiga. Mengikuti lomba menulis, misalnya. Saya dipaksa untuk mengikuti gaya bercerita penyelenggara kompetisi itu, juga menautkan link dan mempromosikan web mereka. Peran saya sebagai copy writer pun menuntut saya untuk beriklan dalam blog ini, dengan menulis sendiri atau cukup menyalin tulisan yang diberikan secara personal dari perusahaan tersebut. Di dalam blog ini, sudah terlalu banyak tulisan saya tentang itu. Blog ini menjadi bukan milik saya lagi, tapi sebuah media promosi dari banyak pihak yang memperdagangkan jasa dan barangnya.

Tulisan berupa buah pikir saya pribadi, menjadi sangat sedikit.

Oleh karena itu, saya menjadi sedikit lebih pendiam. Tidak mau ikut-ikutan narablog lain yang semangat juang dalam kompetisi, juga pertalian dengan agensi lain tetap membara. Sebentar, sebelum kalian mengira yang tidak-tidak, saya sungguh tidak memberi label bahwa mengikuti lomba blog dan menerima pinangan agen komersial itu tidak baik. Ini hanya perkara kecukupan. Sudah terlalu lama saya bergelut dalam dunia itu, sehingga tujuan paripurna dari kesukaan saya menulis di blog menjadi sedikit terlupakan.

Pouring the seeds…

Sejatinya, itulah moto utama blog ini. Menanam benih kebaikan, yang mudah-mudahan menjadi kebaikan bagi siapapun yang membacanya. Moto ini lebih merujuk pada buah pemikiran sendiri, atas pembelajaran serta pengalaman yang telah direngkuh, untuk kemudian diramu dalam sebuah tulisan yang saya tampilkan di blog ini.

Bisa dikatakan, blog ini sesungguhnya sebuah etalase karya atas kekayaan intelektual diri.

Maka itu, berdiam diri sejenak dari hiruk pikuk dunia blog selama kurang lebih setahun ini, nyata mengembalikan asa yang sebenarnya. Saya ingin menulis agar diri bisa bertumbuh dan karya yang saya tulis dapat dibaca oleh sebanyak-banyaknya orang. Itu artinya, proses blogging haruslah memberi kegembiraan di hati, juga menjadi proses healing dari segala pikiran dan perasaan yang berkecamuk. Pada akhirnya pula, saya punya impian agar tulisan yang pernah saya gubah dengan sepenuh jiwa itu, dapat menjadi bekal di akhirat kelak.

Pada kalimat selanjutnya saya ingin mengatakan bahwa blog ini adalah sebuah etalase yang akan saya tinggalkan ketika kembali ke hadirat Allah nanti.

Keyakinan untuk kembali menulis sesuai dengan karakter diri itu semakin menguat, tatkala saya menulis novel perdana saya yang insya Allah akan terbit bulan November 2021. Novel yang dilatarbelakangi kisah penyakit botulisme yang pernah saya derita itu, sesungguhnya menguak segala hal yang seperti tertutupi sebelumnya. Sesungguhnya saya menulis bukan untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri. Saya menulis bukan karena ikut-ikutan dan uang, tapi untuk kepuasan diri sendiri.

Terasa seperti klasik, bukan?

Percayalah. Jika kalian pernah ada di tahapan jenuh akan sesuatu, kalian akan dengan begitu saja kembali pada fondasi yang bersifat ruhaniah.

Tentu tidak salah menulis untuk meraup untung, juga menggaet sebanyak-banyaknya relasi. Namun, jika itu membuatmu merasa tercerabut dari akarmu, setidaknya kamu tahu ada sesuatu yang hilang dari itu.

Oleh karena itu, mulai saat ini, saya kembali 🙂

Kembali untuk memberi ruang bagi diri merajut buah pemikiran sendiri, sehingga dengan begitu saya bisa dengan mudah menulis di sini.

Salam,

Catatan: Gambar di atas oleh Sincerely Media di Unsplash

You might also enjoy:

Leave A Comment

Your email address will not be published.